Rumah Sakit Datoe Binangkang Siap Buka Pelayanan Cuci Darah

BOGANINEWS, BOLMONG Dalam waktu dekat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong), akan menyediakan layanan kesehatan yang sangat penting di Bolaang Mongondow Raya (BMR) yaitu Hemodialysis atau cuci darah. Langkah ini dilakukan Pemkab Bolmong, sebagai upaya pembenahan untuk layanan kesehatan di RSUD Datoe Binangkang.
Tingginya penderita Hemodialysis di wilayah BMR, telah menjadi perhatian Pemkab Bolmong. Menurut Bupati Bolmong Yasti S. Mokoagow, pemerintah menaruh perhatian khusus terhadap tingginya Hemodialysis. “Ini salah satu kebutuhan kesehatan warga BMR. Unit Hemodialysis ini yang pertama di BMR. Dari pihak PERNEFRI, tadi sudah meninjau gedung dan alat. Alhamdulilah mereka setuju,” kata Yasti.
Yasti juga berjanji akan mempersiapkan sebaik mungkin kebutuhan akan unit layanan kesehatan ini. “Saya memberikan apresiasi yang tinggi Kepala Prof.DR.Dr. Emma Sy. Moeis, Sp.PD, KGH, Finasim sebagai Ketua PERNEFRI cabang Sulut. Juga kepada Dr. Stella Palar, Sp.PD,KGH, Finasim dan Dr. Octavianus Umboh,Sp.PD. yang sudah memilih RSUD Datoe Binangkang untuk layanan pasien gagal ginjal. Sebagai Bupati, saya akan mempersiapkan sebaik mungkin anggaran yang dibutuhkan sebagai bentuk perhatian pemerintah,” jelasnya.
Ia juga mengungkakan, dalam waktu dekat pihaknya akan memiliki SDM untuk ditempatkan pada unit layanan Hemodialisis. “Mulai bulan April 2020, SDM akan kita siapkan dengan dengan mengikuti pendidikan. Begitu juga dengan dokter ahli, dokter umum dan perawat. ini juga akan dibantu Prof Emma, sehingga bulan Oktober akan ada penambahan SDM dari Pernefri,” terang Yasti.
Terpisah, koordinator PERNEFRI Sulawesi Utara, Gorontalo dan Maluku, Prof. Emma mengatakan, kunjungannya bersama tim untuk melihat kesiapan unit layanan kesehatan Homodialisis yang baru akan di buka di RSUD Datoe Binangkang.
“Kunjungan ke RSUD Datoe Binangkang di Bolmong, mewakil pengurus Pusat PERNEFRI. Rencananya RSUD ini akan membuka unit Hemodialisais yang akan melayani penderita pasien dengan ginjal kronik. Sebab, penyakit ini makin tinggi prevalensinya. Itu disebabkan prevalensi Hipertensi dan diabetes. Sehingga bisa menampung pasien pasien gagal ginjal kronik di wilayah BMR tanpa perlu ke Manado,” terangnya. (ino)

Komentar