oleh

Penanganan Stunting di Bolmong dapat Penghargaan dari Pemprov 

BOGANINEWS, BOLMONG Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow mendapat pengakuan dalam bentuk penghargaan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut), setelah hasil penilaian atas aksi konvergensi penanganan Stunting tahun 2019 dan 2020 diumumkan, Selasa (29/12/2020).
Pengumuman hasil penilaian aksi 1-8 konvergensi Stunting tersebut, digelar Pemprov Sulut melalui video conference (Vidcon) yang dipimpin langsung oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey. Untuk Kabupaten Bolmong melalui Vidcon di ikuti Sekretaris Daerah (Sekda) Bolmong Tahlis Gallang, Kepala Bappeda Bolmong, Yarlis Hatam dan perwakilan OPD terkait.
“Alhamdulillah untuk penanganan Stunting kategori 5-8 Tahun 2019, Bolmong terbaik dua. Untuk kategori 1-4 Tahun 2020, Bolmong terbaik tiga dari beberapa Kabupaten Lokasi Khusus (Lokus) Stunting yang ada di Sulut,” tutur Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bolmong, Susanti Hadji Ali.
Meski begitu kata Susanti, pihaknya akan berusaha lebih keras lagi untuk menurunkan angka stunting di wilayah Bolmong. “Semoga kedepan kita lebih proaktif dan inovatif dalam penanganan stunting agar pertumbuhan stunting bisa kita pangkas,” jelasnya.
Sementara, Gubernur Sulut, Olly Dondokambey mengatakan, dalam rangka mendorong kualitas konvergensi penanganan stunting di Sulut, pihaknya telah melaksanakan penilaian kepada Pemerintah Kabupaten lokus di tahun 2019 dan tahun 2020.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten lokasi khusus (Lokus) yang telah menunjukkan upaya yang terbaik dalam upaya konvergensi penurunan Stunting di bumi nyiur melambai,” kata Olly.
Lanjutnya, upaya yang dilakukan Pemprov bersama Pemerintah di Kabupaten-kabupaten Lokus, mulai menunjukkan hasil. “Pemerintah Sulawesi Utara terus berupaya dalam mempercepat penurunan stunting, yang dibuktikan dengan turunnya preferensi stunting dari tahun 2017 sebesar 31,4 persen menjadi 21,18 persen di tahun 2019,” terangnya. (ino)

Komentar

BERITA LAINNYA