Ungkapan Isi Hati Pasien Positif Covid-19 di Kotamobagu Bikin Nangis

BOGANINEWS, KOTAMOBAGU Salah satu pasien warga Kotamobagu yang telah dinyatakan positif virus Corona (Covid-19) berdasarkan Hasil Swab yang saat ini sedang di isolasi di RSUD Kotamobagu, mencurahkan isi hatinya saat dihubungi media ini melalui via seluler, Jumat (24/4/2020).

Baca juga : https://boganinews.com/kotamobagu/hasil-swab-test-susulan-warga-kotamobagu-positif-covid-19-kembali-bertambah/

Baca juga : https://boganinews.com/kotamobagu/hasil-swab-test-diumumkan-5-warga-kotamobagu-positif-covid-19/

Dari percakapan dengan awak media, pasien ini tak menyangka jika ia akan terpapar Covid-19. “Saya bersama beberepa orang lain, berusaha melawan virus ini dan berharap bisa sembuh,” harapnya.
Ia bersama keluarganya juga sangat berharap do’a dan dukungan moril dari masyarakat. Ia pun menyadari dan tidak bisa dipungkiri, bahwa tak sedikit yang mengucilkan, menghina bahkan membully mereka di Media Sosial (Medsos).
“Saya sadari itu semua. Saya selalu menangis disaat lagi sendiri, karena merasa sangat terpukul, dikucilkan oleh masyarakat. Tolong jangan bully kami. Coba lihat dan baca di medsos banyak yang mengucilkan kami. Saat ini saya dan beberapa orang yang sekarang berada di rumah sakit, sedang berusaha berjuang untuk melawan virus ini,” ucapnya.
Diungkapkannya, pelayanan petugas medis di rumah sakit sangat maksimal dan luar biasa.
“Para petugas medis selalu memberikan semangat kepada kami. Bahkan, untuk menjaga imunitas, kami diberikan makanan bergizi tiga kali sehari. Tapi karena ini sudah bulan puasa, mungkin servis perawat dan dokter paling berbeda lagi, tapi yang jelas mereka selalu memberikan support,” ungkapnya.
Sementara itu, Wali Kota Kotamobagu, Tatong Bara, mengatakan, Covid-19 bukanlah aib yang harus disembunyikan. Hari ini 5 warga Kotamobagu yang merupakan saudara-saudara kita sedang mengalami musibah.
“Saya mengajak kita sekalian untuk tetap menyayangi mereka. Jangan pernah menunjukkan antipati, jangan kucilkan mereka, jangan pernah melukai hati dan perasaan mereka, atau menunjukkan sikap dan perilaku yang akan melukai perasaan mereka dan keluarganya. Jangan lagi ada bahasa yang menyudutkan atau secara langsung mengatakan bahwa merekalah yang telah membawa virus ini ke daerah kita,” pinta Tatong.
Tatong juga meminta, agar seluruh masyarakat dapat memberikan dukungan dan doa untuk mereka yang saat ini sedang di rawat di rumah sakit.
“Mari kita bantu mereka dan keluarganya. Kita berikan mereka dorongan dan motiviasi untuk bangkit dan melawan virus ini. Kita doakan agar saudara-saudara kita ini senantiasa diberikan kekuatan untuk melewati semua ini dan bisa segera sembuh. Mereka adalah saudara-saudara kita, bagian dari kita seluruh masyarakat Kotamobagu,” kata Tatong.
Wali Kota juga mengapresiasi masyarakat yang beberapa waktu lalu, bahu-membahu memberikan bantuan kepada korban Covid-19 dan keluarganya, saat dinyatakan reaktif melalui rapid test.
“Sikap dan kepedulian seperti inilah yang harus kita jaga, pelihara dan pertahankan di tengah situasi bencana seperti saat ini. Sekali lagi mari tetap kita sayangi, kita bantu dan doakan mereka agar bisa segera bangkit dan pulih kembali,” pinta Tatong. (ino)

Komentar