Awak Media Pertanyakan Ketidakhadiran Kapolres Boltara, Pada Konferensi Pers Terkait Meninggalnya Tahanan

BOGANINEWS, BOLTARA – Sangat disayangkan Kapolres Bolaang Mongondow Utara (Boltara), AKBP. Juleigtin Siahaan, S.I.K, M.I.K, tak hadir langsung pada Konferensi Pers, terkait meninggalnya Wawan Goma (44) warga Desa Jambusarang, Kecamatan Bolangitang Barat, yang di gelar Senin (6/4/2026) kemarin.

Menurut Kurniawan Golonda, salah satu pengurus PWI Boltara, harusnya Kapolres hadir pada Konferensi Pers yang dilaksanakan di lobi Polres Boltara.

“Ini menyangkut dugaan tahanan yang meninggal dunia. Mestinya Konferensi Pers tersebut disampaikan langsung Kapolres Bolmut. Jika berhalangan dan memang belum bisa, ada Wakapolres dan didampingi Kasat Reskrim dan Kasie Humas. Kami menilai kematian Wawan Goma, dianggap biasa saja. Ini menimbulkan kesan kurang baik bagi para wartawan yang menghadiri Konferensi Pers tersebut,” jelas Kurniawan.

Lanjutnya, sangat aneh ada tahan meninggal tapi dalam Konferensi Pers, status tahanan yang meninggal tidak diketahui dengan pasti penyebabnya apa.

“Apalagi tidak diketahui secara pasti, apakah benar mereka rutin memeriksa kesehatan tahanan,” kata Kurniawan.

Senada dikatakan Alfry Agogoh, wartawan Tribun Manado Biro Boltara, bahwa ia sangat menyayangkan sikap Kapolres yang terkesan cuek dengan kasus ini. Padahal kejadian tahahan meningal bukan cuma kali pertama terjadi di Polres Boltara.

“Sikap cuek kepada rekan-rekan media juga sering terjadi yang dilakukan oleh Kapolres Boltara. Alasan tidak ada waktu dengan bermacam alasan,” ungkap Alfry.

Sementara itu, Plt. Kasie Humas Aipda. Bobi Noe, mengatakan, sebenarnya kemarin yang akan menyampaikan Konferensi Pers langsung adalah Kapolres. Namun Kapolres lagi berkonsultasi dengan Kapolsek Bolangitang terkait persiapan pemakaman almarhum Wawan Goma.

“Kapolres juga memerintahkan Wakapolres, tapi disaat bersamaan lagi sholat, maka Wakapolres menunjuk saya sebagai Plt. Kasie Humas Polres Boltara untuk menyampaikan Konferensi Pers,” terang Bobi. (Indrawan Laupu)

Komentar