BOGANINEWS, BOLTARA – Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) Cabang Bolaang Mongondow Utara (Boltara), resmi terbentuk. Pembentukan organisasi tersebut dilaksanakan di Desa Boroko Timur, tepatnya di Cafe ARCH, kompleks Pantai Wisata Pinagut, Kecamatan Kaidipang, Selasa (13/01/2026).
Pembentukan APRI Boltara ini dihadiri oleh para penambang Boltara. Pada agenda musyawarah tersebut, para penambang sepakat membentuk kepengurusan resmi APRI Boltara, sekaligus menetapkan struktur Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) untuk masa bakti periode 2026–2031.
Melalui musyawarah mufakat, APRI Boltara secara resmi menunjuk Roby Pakaya sebagai Ketua, Fadel M. Hulalango, sebagai Sekretaris, dan Iqra Banko, sebagai bendahara.
Ketua APRI Boltara terpilih Robby Pakaya mengatakan, APRI akan terus berkomitmen sebagai wadah pemersatu para penambang di daerah. Lahirnya kepengurusan APRI Boltara dapat menjadi wadah konsolidasi para penambang, serta mampu berkontribusi aktif dalam peningkatan kualitas pelayanan pertambangan di Boltara.
“APRI Boltara akan menjadi rumah bersama bagi seluruh penambang. Kami siap bersinergi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk memperjuangkan legalitas, perlindungan, serta tata kelolah pertambangan yang baik, berkelanjutan, dan berpihak pada masyarakat,” kata Robby.
Lanjutnya, APRI Boltara memperjuangkan agar pekerjaan penambang rakyat, dapat mendapatkan pengakuan pemerintah dan setara dengan mata pencarian lainnya. Kehadiran APRI di Boltara diharapkan mampu mendorong penambang, agar bekerja sesuai aturan dan menjaga kelestarian lingkungan.
“Kami ingin penambang di Boltara maju dan sejahtera. APRI dapat mewujudkan peran penambang rakyat, karena Boltara mempunyai potensi alam yang bisa dikelolah dengan baik oleh masyarakat Boltara. Hal ini juga membuka lapangan kerja dan mengurangi pengangguran, serta dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, dan PAD melalui koperasi tambang rakyat yang mengelola mineral dan energi secara profesional dan berkelanjutan,” terang Robby. (Indrawan Laupu)


















Komentar