Beranda Kotamobagu Warga Bisa Laporkan ke Dinkes, Jika Temukan RM Sediakan Makanan Tak Higienis

Warga Bisa Laporkan ke Dinkes, Jika Temukan RM Sediakan Makanan Tak Higienis

0
BAGIKAN
Ilustrasi (foto: Google)
BOGANINEWS, KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kotamobagu, menghimbau kepada warga di wilayah Kota Kotamobagu, untuk melaporkan rumah makan atau restoran yang menyediakan makanan tak higienis.
Himbauan tersebut disampaikan Kepala Dinkes Kotamobagu Ahmad Yani Umar melalui Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olahraga Lindawati Hasan S.Farm. “Jika ada rumah makan yang diketahui masyarakat tidak menyediakan makanan yang higienis atau mungkin sudah basih laporkan ke Dinkes. Langsung lapor, kami langsung tindak lanjuti,” kata Lindawati, Kamis (12/12) kemarin.
Ditegaskannya, jika dalam pemeriksaan terbukti laporan masyarakat itu, maka rumah makan tersebut bakal diberikan sanksi. “Nantinya hasil dari pemeriksaan itu akan kami rekomendasikan ke Intansi terkait (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DMPTSP). Sanksi nanti mereka yang putuskan,” tegasnya.
Menurut dia, pengawasan tentang layak sehat ini bukan hanya pada rumah makan saja. Termasuk juga depot air minum. “Depot isi ulang air minum juga harus higienis karena ini di konsumsi masyarakat,” terangnya.
Lanjutnya, sesuai hasil pendataan yang dilakukan oleh Dinkes dari tahun 90 an, rumah makan dan restoran minum yang tersebar di wilayah Kota Kotamobagu, baru sekitar 70 an yang memiliki sertifikat laik higien. “Yang lain belum memiliki sertifikat. Ini wajib dipenuhi oleh pelaku usaha rumah makan ataupun depot air minum,” jelasnya.
Menurutnya, ketentuan itu telah diatur berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) Nomor 1098 tahun 2003 tentang Persyaratan Higiene Sanitasi Rumah Makan dan Restoran dan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 1096 Tahun 2011 tentang Higiene Sanitasi Jasa boga.
“Aturan tersebut mewajibkan jasa boga, rumah makan, restoran, dan depot air minum memiliki sertifikat atau stikerisasi itu. Tujuannya untuk menjamin makanan yang diproduksi laik dan menekan angka keracunan pangan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinkes Kotamobagu Ahmad Yani Umar mengatakan, akan terus memberikan pembinaan kepada seluruh pelaku usaha jajanan dengan menggandeng instansi terkait lainnya. (ino)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.