BOGANINEWS, KOTAMOBAGU — Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-pp dan Damkar) Kota Kotamobagu melalui Bidang Pemadam Kebakaran Kotamobagu melaksanakan kegiatan sosialisasi dan edukasi penanganan bencana kebakaran kepada anak-anak, sebagai upaya menanamkan kesadaran dan kesiapsiagaan sejak usia dini terhadap bahaya api.
Kegiatan edukatif ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar kepada anak-anak mengenai penyebab kebakaran, potensi bahaya api, serta langkah-langkah awal yang harus dilakukan apabila terjadi kebakaran di lingkungan sekitar.
Dalam pelaksanaannya, melakukan kunjungan ke Sekolah, dan di kantor Damkar Kotamobagu. Materi disampaikan dengan metode yang sederhana, komunikatif, dan disesuaikan dengan usia anak, sehingga mudah dipahami dan menarik.
Selain penyampaian materi, petugas Damkar Kotamobagu juga memperkenalkan peralatan pemadam kebakaran serta memberikan simulasi sederhana agar anak-anak dapat mengenal fungsi petugas pemadam kebakaran dan pentingnya menjaga keselamatan diri.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Kotamobagu, Nasli Paputungan, S.E., melalui Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kota Kotamobagu, Erwin Sugeha, S.E. menyampaikan bahwa edukasi kebencanaan kepada anak-anak merupakan bagian dari upaya pencegahan yang sangat penting.
“Edukasi bahaya kebakaran sejak dini sangat diperlukan agar anak-anak memiliki pengetahuan dasar dan sikap waspada terhadap risiko kebakaran. Dengan pemahaman yang tepat, diharapkan mereka dapat menghindari perilaku berisiko dan mengetahui langkah yang benar ketika menghadapi situasi darurat,” ujar Kabid.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan sosialisasi seperti ini akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Kota Kotamobagu dalam meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana kebakaran.
Melalui kegiatan ini, Damkar Kotamobagu berharap anak-anak dapat menjadi agen perubahan di lingkungan keluarga dengan menyampaikan kembali pengetahuan yang diperoleh, sehingga budaya sadar dan tanggap kebakaran dapat tumbuh sejak dini di tengah masyarakat.






















Komentar