Hadapi Covid-19, Pemkot Kotamobagu Tak Kesulitan Anggaran

BOGANINEWS, KOTAMOBAGU Untuk menghadapi Pandemi Covid-19 dan dampaknya, Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu telah menunjukan kesiapannya untuk melakukan pergeseran anggaran. Langkah serius dari Pemkot Kotamobagu ini, telah dibuktikan dengan melakukan pergeseran anggaran yang sampai saat ini sudah masuk tahap ketiga.
Menurut Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kota Kotamobagu, Pra Sugiarto Yunus, setelah melakukan pergeseran tahap pertama dan kedua beberapa waktu lalu, kini Pemkot Kotamobagu sedang intens melakukan pergeseran untuk tahap ketiga.
“Saat ini kami sedang melakukan pergeseran tahap ketiga, setelah sebelumnya pada tahap pertama dilakukan pergeseran anggaran sebesar Rp. 9,9 Milyar untuk mengakomodir dana bantuan penanggulangan bencana, yang saat ini sedang dalam tahap pelaksanaan pekerjaan. Pergeseran tahap kedua sebesar Rp. 17,6 Milyar untuk penanganan Covid-19 sebagaimana arahan Presiden, Menteri Keuangan (Menkeu) dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk secepatnya melaksanakan refocussing dan realokasi anggaran, termasuk pentunjuk Ibu Wali Kota Ir. Hj. Tatong Bara,” ungkap Sugiarto, Rabu (22/4), di ruang kerjanya.
Lanjutnya, untuk pergeseran tahap ketiga, dilaksanakan berdasar Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Mendagri dan Menkeu, termasuk menindaklanjuti Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 35 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Transfer Ke Daerah dan Dana Desa Tahun Anggaran 2020 Dalam Rangka Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan/atau Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional.
“Jadi untuk tahap ketiga ini, terjadi perubahan atas besaran dana transfer dari pemerintah pusat, baik itu Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Insentif Daerah (DID), maupun Dana Alokasi Khusus (DAK), yang mengharuskan kami melakukan penyesuaian terhadap komponen belanja dan pendapatan daerah, termasuk melakukan penyesuaian terhadap Pendapatan Asli Daerah. Total besaran pagu yang digeser, saat ini tinggal menunggu hasil penyesuaian dalam aplikasi Simda,” terangnya.
Dikatakannya lagi, hal ini tidak mempengaruhi kesiapan anggaran Pemkot yang akan dialokasikan untuk penanganan Covid-19 di wilayah Kota Kotamobagu, jika kondisi ini terus berlanjut hingga akhir tahun. Terlebih Wali Kota dan Wakil Wali Kota, terus menerus memberikan arahan dan petunjuk selama penyesuaian komponen pendapatan dan belanja daerah yang termuat dalam dokumen APBD Pemkot Kotamobagu.
“Dalam penyediaan anggaran terkait penangan Covid-19 jika kondisi ini terus berlanjut sampai Desember 2020, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) telah melakukan penghitungan sangat hati-hati dengan berbagai pertimbangan yang ada. Termasuk menyiapkan berbagai skenario yang jelas dan terukur. Petunjuk ibu Wali Kota dan pak Wakil Wali Kota sangat jelas bagi kami. Insya Allah kami tidak akan pernah binggung dan siap lahir batin dalam penanganan Covid-19 ini,” jelasnya. (ino)

Komentar