BOGANINEWS, BOLTARA – Sintya Bojoh resmi terpilih sebagai ketua umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sulawesi Utara masa bakti 2026-2031.
Reporter SCTV tersebut terpilih sebagai ketua PWI Sulut usai memperoleh suara terbanyak dalam Konferensi Daerah (Konferda) PWI Sulut yang digelar di Aula Gedung Kantor Wali Kota Manado pada 31 Maret 2026.
Sintya Bojoh unggul telak dari dua calon lainnya dengan meraih 145 suara disusul Merson Simbolon 109 suara, dan Jhon Paransi 4 suara.
Dengan hasil itu, Sintya Bojoh resmi terpilih sebagai Ketua PWI Sulut sekaligus menjadi perempuan pertama memimpin PWI Sulut.
“Terima kasih kepada teman-teman PWI Sulut di semua daerah yang telah memberikan kepecayaan kepada saya untuk memimpin PWI Sulut,” ucap Sintya.
Menurut Sintya, hal ini bukan hanya tentang pergantian kepemimpinan di tubuh PWI Sulut, akan tetapi menjadi momentum perubahan.
“Kepercayaan yang diberikan kepada saya adalah sebuah tanggung jawab besar yang harus dijalankan sebaik-baiknya, dengan membawa energi baru, perpaduan antara semangat muda, visi progresif, dan komitmen terhadap profesionalisme jurnalistik,” kata Sintya.
Lanjutnya, sebagai organisasi yang memiliki sejarah panjang, PWI Sulut memikul tanggung jawab besar dalam menjaga marwah profesi wartawan, karena dengan independensi, integritas dan profesionalisme, menjadi nilai-nilai yang harus terus dijaga.
“Saya akan membawa perubahan dalam tubuh PWI Sulut kedepan. Pentingnya lagi memperkuat profesionalisme dan integritas wartawan di tengah tantangan yang semakin kompleks, mulai dari disrupsi digital, maraknya hoaks, hingga tuntutan independensi,” tegasnya.
Sehingga itu kata Sintya, kepemimpinan yang adaptif menjadi kebutuhan mendesak.
“Derasnya arus informasi menuntut insan pers untuk lebih cermat, kritis, dan bertanggung jawab dalam menyajikan berita. Saya berkomitmen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia wartawan, melalui berbagai program strategis, mulai dari pelatihan, sertifikasi, hingga penguatan kode etik jurnalistik,” kata Sintya.
Penulis: Indrawan Laupu

















Komentar