oleh

Staf Khusus Angkat Bicara Soal Kekerasan Guru Terhadap Siswa

BOGANINEWS, BOLMUT – Terkait kekerasan guru di SDN 1 Boroko Utara terhadap siswa, mendapat perhatian serius dari Staf Khusus Bupati Bidang Pemerintah, Politik, Hukum dan HAM, Eddy Pontoh.

Ia berharap, pihak sekolah dalam hal ini kepala sekolah dan guru lebih mengedepankan asas pendidikan siswa. “Sekolah adalah tempat mengajar dan mendidik. Sehingga tanggung jawab orang tua beralih kepada guru selama berada di sekolah. Apabila terjadi sesuatu kepada siswa selama di sekolah, maka itu menjadi tanggung jawab penuh pihak sekolah. Harusnya kekerasa guru terhadap siswa tidak perlu terjadi, karena guru sifatnya melakukan pembinaan, komunitatif kepada orang tua siswa dan mayayomi kepada para siswa. Pihak Sekolah atau Kepsek harus lebih dalam bertatap muka atau berkomunikasi dengan siswa, agar hal-hal seperti ini tidak akan terjadi ditataran sekolah,” jelas Eddy, Selasa (9/8/2022).

Lanjutnya, lihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) sebagai penanggung jawab baik SD maupun Sekolah Menegah Pertama (SMP), harus sering turun untuk memberikan arahan kepada Kepsek dan guru di setiap sekolah yang ada di Bolmut.

“Tanggung jawab dinas bukan hanya pada tataran mutu pendidikan dan proses belajar mengajar, tapi bagaimana dapat meningkatkan mental dan karakter siswa. Dalam mengedukasi siswa penting, apalagi saat ini lagi giat-giat digenjot adalah pendidikan mental, dan hal ini menjadi tanggung jawab kita semua,” terang Eddy.

Terpisah, Kepala Dikbud Bolmut Sulha Mokodompis, ketika ditemui mengatakan, saat mendapat informasi kekerasan guru terhadap anak, pihaknya langsung mengundang Kepsek dan oknum guru tersebut. Harusnya baik Kepsek maupun guru tidak sepantasnya melakukan kekerasan terhadap siswa tersebut, karena saat ini diatur dalam Undang-Undang (UU) Kekerasan Terhadapa Anak.

“Setiap ada kegiatan bersama Kepsek dan guru-guru, Saya selalu menghimbau, agar tidak melakukan kekerasan terhadap siswa. Saya juga akan mengundang pihak Kepsek dan guru-guru baik SD dan SMP untuk membicarakan terkait kekerasan yang kerap terjadi di setiap sekolah,” aku Sulha.

Reporter: Indrawan Laupu

Komentar