oleh

Peringatan Harganas ke-28, HUT IBI ke-70, DPPKB Kotamobagu Gelar Pelayanan KB

BOGANINEWS, KOTAMOBAGU – Menyambut Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-28 dan HUT IBI ke-70 tahun 2021, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kotamobagu , bekerjasama dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kotamobagu menggelar pelayanan KB serentak sejuta akseptor, Kamis (24/6/2021) di Puskesmas Motoboi Kecil.

Kepala Dinas PP dan KB Kotamobagu Ahmad Yani Umar mengatakan, pelayanan KB sejuta akseptor tersebut turut mendukung program pemerintah dalam hal pengendalian penduduk dan mengatur angka kelahiran.

“Pelayanan yang diberikan seperti KB jangka pendek, maupun KB jangka panjang ini, tidak dipungut biaya atau gratis. Mudah-mudahan dengan pelayanan ini dapat meningkatkan kualitas keluarga,” katanya.

Sementara itu, Ketua pengurus IBI Kotamobagu, Sri Nurhayati Dunggio di dampingi Sekertaris IBI Herny Tampi, mengatakan sesuai dengan surat dari Pengurus Pusat (PP) IBI, kegiatan hari ini merupakan kegiatan dari BKKBN Pusat kemudian Dinas PPKB dan IBI sebagai mitra kerja untuk mensukseskan kegitan ini.

Baca Juga:  Lewat BUMdes, Potensi Pertanian di Moyak Dapat Dikembangkan

“Jadi kami sebagai pengurus yang ada di daerah, tentunya harus menindaklanjuti apa yang menjadi komitmen dan hasil rekomendasi dari BKKBN Pusat,” ujarnya.

Lanjutnya, subjek dari kegiatan pelayanan KB ini, di fokuskan pada ibu dan anak, dimana ibu menjadi target untuk standar kesehatan bagi wanita, terutama bagi wanita yang sudah berkeluarga.

“Pelanyanan KB untuk semua jenis kontrasepsi, sesuai dengan permintaan akseptor pada saat melakukan registrasi atau pendaftaran, seperti pemasangan implan, pencabutan implan, pelayanan KB suntik, KB pil terkecuali kontrasepsi mantap. Akan tetapi jika dalam pendaftaran ada akseptor yang menginginkan kontrasepsi mantap, tetap akan diakomodir,” tuturnya.

Baca Juga:  Hampir Saja Bumi Benturan dengan Asteroid 2021 KN2

Adapun dalam palayanan ini, kata Sri keputusan dikembalikan lagi kepada akseptor untuk menentukan pilihanya.

“Karena kita ketahui bersama dalam program KB tidak bisa dipaksakan dalam hal ini pihak PPKB dan IBI hanyan memberikan konseling dan nanti mereka yang memutuskan,” pungkasnya.

Reporter : Mira Manangin

Komentar

BERITA LAINNYA