oleh

Donasi untuk Palestina Dituduh Digelapkan, UAH: Ini Keterlaluan

BOGANINEWS – Menanggapi fitnah yang ditujukan padanya, terkait aksi penggalangan donasi untuk Palestina sebesar Rp 30,88 miliar, Ustadz Adi Hidayat (UAH) mengatakan, sudah keterlaluan.

Ia menuturkan, sebab, sudah ada akun yang menyatakan masalah ini berasal dari pihak istana.

Dijelaskannya, ada akun suara istana seakan-akan orang-orang persepsinya dari istana.

“Ini sudah keterlaluan. Padahal kita cek kembali ke istana pun mengatakan tidak ada kaitannya, sama sekali tidak ada hubungan,” kata UAH dalam akun Youtube resminya, Adi Hidayat Official, dilansir www.republika.co.id, Selasa (1/6/2021)

Dikatakannya, ada pula konten-konten yang membenturkan pihaknya dengan pemeluk agama lain. UAH menyebut tindakan ini sudah berbahaya.

Baca Juga:  Pemkot Kotamobagu Lakukan Ini untuk Tarik Investror

“Mereka bukan hanya menebarkan informasi keliru tapi informasi itu berpotensi membenturkan berbagai pihak, bahkan menimbulkan fitnah. Baik yang ditujukan secara langsung dalam gambar, narasi, atau framing berita tertentu,” ucapnya.

UAH juga menegaskan pelaporan akun-akun tertentu yang memfitnahnya bukan rencana. Namun, hal tersebut tengah ia siapkan saat ini bagaimana delik hukum yang sesuai dengan akun-akun tersebut.

Pihaknya sedang memantau dan mengaku sudah ditemukan jejak-jejak digital akun-akun tersebut di masa lalu. Dalam menangani masalah ini, UAH mengaku sudah menyusun tim profesional yang terdiri dari tim riset dan IT. Jadi, bagi siapa pun yang iseng atau dengan niat sengaja menjatuhkan akan diusut tuntas.

Baca Juga:  Anstisipasi Kekurangan Pangan Akibat Dampak COVID-19, Bupati Bolmong Keluarkan Instruksi

Ia yakin pihak kepolisian akan sangat profesional dalam mengusut tuntas masalah ini sehingga masalah ini bisa diuji di pengadilan.

“Sekali lagi tolong jangan siapkan materai karena saya sudah punya banyak. Ini harus kita uji dengan baik sehingga proses hukumnya jelas, mendapatkan keadilan, dan pada akhirnya hal-hal semacam ini bisa hilang dari Indonesia,” tuturnya. (**)

Sumber : www.republika.co.id

Komentar

BERITA LAINNYA