Pemkab Bolsel Tepis Tudingan Terkait Bencana Alam

BOGANINEWS, BOLSEL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), menepis pemberitaan di sejumlah media yang menyebutkan Pemkab Bolsel tidak ada kepedulian terhadap warga yang dilanda bencana banjir beberapa waktu lalu.
Bantuan yang disalurkan Pemkab Bolsel untuk warga korban bencana
Menurut juru bicara Pemkab Bolsel Ahmadi Modeong, informasi tersebut benar dan tidak mendasar. Sebab, pasca bencana yang melanda di beberapa desa yang ada di Kecamatan Pinolosian Tengah (Pinteng) pada Selasa 15 Agustus 2017, Pemkab Bolsel melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial (Dindos) dan Dinas Kesehatan (Dinkes), langsung diperintahkan Bupati dan Wakil Bupati untuk turun lapangan.
Penyaluran bantuan ke masyarakat korban bencana
“Sejak Selasa (15/8) hingga Minggu (20/8) pekan lalu, instansi teknis langsung memberikan pelayanan dan menyalurkan bantuan kepada warga korban banjir,” terang Ahmadi. Selain itu katanya, Pemkab juga langsung melakukan tindakan cepat dengan membuka akses jalan yang telah tertutup akibat longsor. “Dini hari pukul 02.00 WITA, Wakil Bupati langsung turun ke sejumlah titik longsor dan banjir dengan membawa bantuan darurat,” jelas Ahmadi.
Lanjutnya, alat berat berupa eskavator juga langsung diturunkan untuk membuka akses jalan yang tertutup longsor. Termasuk bantuan alat alkon Empat unit untuk pengisapan air yang menggenangi rumah warga. “Besok harinya Rabu (16/8) Dinsos Bolsel bersama Dinas Kesehatan langsung menyalurkan bantuan dan membuka pengobatan gratis bagi masyarakat yang terkena dampak bencana. Jadi itu semua bantuan untuk penyelamatan pertama yang dilakukan pemkab Bolsel,” papar Ahmadi.
Ditambahkannya, penyaluran bantuan tahap Dua berupa Sembilan Bahan Pokok (Sembako) dari Dinsos dan BPBD, hari ini kembali disalurkan dibeberapa desa. “Terkait dengan pemberitaan yang menyebutkan Pemda tidak peduli itu tidak benar. Jadi kalau tidak tahu informasi, mestinya ditanyakan ke bagian humas Pemkab. Jangan memuat pemberitaan yang hanya menimbulkan opini negatif di publik,” ucap Ahmadi.
Terkait dengan penyaluran bantuan tahap dua yang hari ini baru mulai disalurkan, itu karena data masyarakat yang terkena bencana harus akurat. “Datanya langsung dari Sangadi. Mengingat jangan sampai bantuan salah sasaran. Jadi yang di data tidak hanya di Pinolosian Tengah, tapi juga di Kecamatan lain,” tambah Ahmadi. (Holan)

Komentar